
Tampil Memukau di Marlboro Filter Rock Syndrome
MALANG – Penampilan grup band Koil dalam Marlboro Filter Rock Syndrome, Rock Never Die di Dome UMM, Kamis (4/12) malam lalu, menggemparkan pecinta musik rock di Kota Malang. Kehadiran band asal Kota Bandung ini berhasil menuntaskan dahaga para penggemar musik rock yang sudah lama tak diberi tontonan berkualitas seperti gelaran Marlboro Filter Rock Syndrome tersebut.
Band industrial yang digawangi oleh J.A.Verdijantoro (Otong) pada departemen vocal, Donnijantoro (Donni) dan FX Adam Joswara (Vladvamp) pada departemen gitar, Ibrahim Nasution pada departemen bass, serta Leon Ray Legoh (Leon) pada drum ini mengusung lagu-lagi di album baru mereka, Black Light Shines On dan album-album sebelumnya seperti Megaloblast.
Lagu bertajuk Kenyataan Dalam Dunia Fantasi yang sudah dikenal publik rock Malang karena sering muncul di radio dan televisi menjadi titik balik panasnya aksi Otong dan kawan-kawan.
Apalagi sebelum membawakan lagu ini, kembang api menyala mengelilingi stage yang tingginya sekiar dua meter itu. Penonton pun semakin memadati sekeliling panggung dan ramai-ramai melakukan head bangers.
Aksi Otong menghancurkan gitar listrik merahnya di tengah-tengah konser membuat suasana Rock Syndrome yang dipenuhi sekitar 10 ribu pecinta musik rock di Kota Malang semakin panas. ‘Pemuja’ Koil pun semakin asyik menikmati deretan lagu-lagu lainnya seperti Aku Lupa Aku Luka, Moral Sesaat, Dosa Ini Tak Kan Berhenti, Sistem Kepemilikan dan Arsitek.
Tak hanya beraksi gila, vokalis yang selalu mengenakan sepatu booth khas band industrial, ini juga sangat komunikatif kepada penggemar mereka. Sesekali Otong mengingatkan kepada ribuan penonton untuk tidak terpancing emosi meski suasana semakin memanas. Ajakan Otong untuk membuat konser ini berakhir dengan damai pun disambut positif oleh para penonton.
Sebelum menutup konser dengan lagu berjudul Matahari, Otong sempat membagi-bagikan CD terbaru Koil kepada para penonton. Vokalis berambut panjang ini pun tak sungkan-sungkan mempersilahkan penonton lain yang tidak kebagian CD gratis ini dengan meng-copy CD asli band beraliran industrial gothic ini.
‘’Silahkan copy saja CD-nya Koil, kita tidak keberatan. Semakin banyak yang copy, semakin banyak juga yang tahu lagu-lagunya Koil. Lagipula, yang meng-copy kan fans-fansnya Koil,” seru Otong.
Sementara itu sebelum penampilan band yang terinspirasi dengan band Nine Inch Nails ini dimulai, Rock Syndrome terlebih dahulu diawali dengan tiga band pembuka yang berirama rock alternative, Monalisa, Karas dan Glypth.
Penampilan DJ Je-FREE bersama breaker serta aksi perkusi membuat suasana Dome UMM semakin hangat. Empat gitaris muda Kota Malang, Norman cs, yang beraksi dengan title Guitar Heroes membuat ribuan penonton yang memadati area konser semakin bersemangat menantikan kehadiran Koil. (nda/muf/avi) (dinda/malangpost)




0 komentar:
Post a Comment