Wild on Wednesday!

--------------------------------------------
+ tiket seharga Rp 30,000 +
bisa didapatkan di
+ Omuniuum, Ciumbuleuit 151 B lt.2 Bandung +
+ God.Inc, Sultan Agung 9 Bandung +
+ Rp 50,000 +
+ On Venue at Fame +
: a fan site

--------------------------------------------
+ tiket seharga Rp 30,000 +
bisa didapatkan di
+ Omuniuum, Ciumbuleuit 151 B lt.2 Bandung +
+ God.Inc, Sultan Agung 9 Bandung +
+ Rp 50,000 +
+ On Venue at Fame +
dalam rangka menyambut tahun baru cina, semoga hari ini dan esok diguyur hujan karena katanya banyak bawa berkah - asal jangan banjir -, admin megaloblast ini memutuskan untuk sedikit berbenah dan utak atik sini-sana. sudah ada yang protes karena katanya warna blog ini kurang gelap, tapi yang kemarin juga terang benderang ya ?
feature yang baru, bisa dilihat di pinggir ada playlist video dari youtube, diatas ada link untuk langsung masuk ke multiplynya koil, myspace koil dan juga forum di kaskus.
sebelah situ ada banner-banner warna merah titipan dari sponsor blog ini, disuruh pasang biar pada makin rajin beli merchandise. trus ya gtu deh, silakan lihat-lihat sendiri, silakan dinikmati, semoga kalian suka karena sampai detik ini yang ngerjain belum tidur, jadi kalau ada yang ga suka, biarin aja, namanya juga usaha.
o ya, sebelah situ juga sekarang ada tempat buat naro jadwal manggung, moga-moga itu tempat ke isi terus alias banyak yang ngundang koil manggung. gosipnya sih februari main di bandung. hah, di bandung ? dimana ? mau tau aja, yuumariii.
let's rawks! vive le koil!
Diambil dari Solo Pos
Slank dan Andra tampil luar biasa **
Solo (Espos)
Konser kolaborasi dua genre musik bertajuk Marlboro Filter Rock in Orchestra yang digeber di Alun-alun Utara Solo, Sabtu (17/1), benar-benar memuaskan pencinta musik di Kota Bengawan.
Tiga grup band papan atas, Slank, Andra & The Backbone dan Koil, unjuk aksi memberikan sajian konser damai dan mampu menyedot perhatian lebih dari 31.000 penonton. Berdasar pantauan Espos, satu jam sebelum pergelaran konser dimulai, sepanjang Jl Slamet Riyadi menuju Bundaran Gladak dipadati Slankers (julukan bagi fans Slank-red). Ribuan penggemar Slank dan Andra & The Backbone menggelar konvoi dengan berjalan dan menggunakan sepeda motor sambil mengusung bendera Slank. Sementara itu, suasana arus masuk menuju lokasi konser mulai dipadati kendaraan bermotor, hingga menimbulkan kemacetan.
Konser Marlboro Filter Rock in Orchestra, dibuka dengan penampilan grup band Koil yang mengusung sepuluh nomor lagu, di antaranya Hibring, Perang dan Takut. Menyusul penampilan dari Andra & The Backbone yang mulai membuat suasana semakin histeris.
Satu lagu bertajuk Sempurna, yang sudah begitu lekat di telinga penggemar pun digulirkan. Sehingga, lantunan vokal dari Dedy Lisan pun bertautan dengan suara penonton membuat suasana semakin hangat.
Dalam konser tersebut, Andra & The Backbone mengusung sembilan lagu dari album Self Title dan Second Season yang membuat penonton terlena seperti lagu Hitam, Kepayang dan Musnah.
Suasana di Alun-alun Utara Keraton Solo semakin panas saat Slank naik panggung bersama Andreas Adrianto Orchestra. Kolaborasi antara musik rock dengan orkestra menjadi pembeda antara konser Slank sebelumnya. Slank membuka sajian dengan lagu Rock ‘n Roll yang makin membakar antusias penonton untuk berjingkrak-jingkrak dan membuat suasana konser semakin semarak. Adrenalin penonton kembali naik saat lagu Gara-gara Kamu, Virus, Gemerlap Kota, Ku Tak Bisa dan Bang-bang tut. Bahkan guyuran air dari mobil pemadam kebakaran yang disiagakan ikut meredakan adrenalin penonton yang memanas. Dalam konser kolaborasi ini, grup band yang digawangi Bimbim (drum), Kaka (vokal), Ivanka (bass), Ridho (gitar), dan Abdee (gitar) ini mengusung belasan nomor lagu yang diambil dari album Virus (2001), Road to Peace (2004), Plur (2005), dan Slow but Sure (2007). Antusias penonton, terutama Slankers memuncak saat lagu Ku Tak Bisa dilantunkan, tanpa dikomando, puluhan ribuan penonton ikut bernyanyi menirukan Kaka. Hingga akhirnya lagu Terlalu Manis yang dikemas dalam sentuhan musik orkestra menjadi pengujung pertemuannya dengan publik Kota Solo.
”Konsep ini kali pertama digelar di ruang terbuka dan menjadi satu bentuk tantangan tersendiri bagi kami. Mudah-mudahan, konser malam ini masih benar-benar menjadi hiburan, dan tetap dengan konser damai,” tutur Kaka.
Konser ini adalah suatu perpaduan dari dua genre yang bertolak belakang, hard rock dan orkestra. Namun, tetap memberikan nuansa berada dari gelaran konser lainnya dan untuk pertama kalinya perpaduan dua genre musik ini digelar di luar ruang. Marlboro Filter Rock in Orchestra seakan menjadi pembuktian keampuhan instrumentasi orkestra saat melebur dalam musik rock. - m71
** harusnya slank dan andra dan Koil. :p
diambil dari sini : republika online
By Republika Newsroom
Senin, 19 Januari 2009 pukul 18:54:00
KOIL: Tak pelit berkarya
JAKARTA -- Banyak artis dan band yang malas berkarya karena tidak ingin membuncitkan perut pembajak dan rela hanya menerima hasil sedikit. Tapi bagi band rock indie terkenal asal Bandung, KOIL, alasannya bukan itu."Kami bukan pelit. Memang sejak terbentuk tahun 1993, hanya empat album yang kami produksi, Tapi itu karena saya sempat sakit, saya lumpuh, cukup lama, sehingga KOIL pun vakum," kata vokalis Otong dalam jumpa pers, usai kelompoknya tampil dalam konser Marlboro Rocks in Orchestra di Alun Alun Keraton Solo, akhir pekan lalu.
Selain itu, katanya, karya-karya KOIL selama ini tidak mudah diterima pasar. Setahun setelah terbentuk, KOIL mengeluarkan album debut yang diberi judul Demon From Nowhere, dengan modal sendiri. "Modal minim, kami patungan untuk membuat album itu. Kami cetak sedikit," kata Otong seraya menunjuk satu persatu rekannya, yakni Doni (gitar), Imo (bas), dan Leon (dram).
Setelah Demon From Nowhere, KOIL memproduksi tiga album, masing-masing KOIL (1996), Megaloblast (2001), dan yang terakhir Blacklight Shine On (2007) yang membuat mereka mendapatkan kontrak tur koser ke beberapa kota di Tanah Air.
"Saat ini pun kami (di luar Marlboro Rocks in Orchestra - red) masih keliling," kata Otong.
Dalam proyek Marlboro Rocks in Orchestra dengan penampil utama kelompok musik SLANK, KOIL yang kini didukung Adam (eks Kubix) pada bas, menggantikan posisi Imo yang bergeser sebagai pemain gitar, ikut tampil di enam kota penyelenggaraan, mulai dari Madiun, kemudian Kediri, Jember, Malang, Solo, dan terakhir di Semarang, yang dijadwalkan pada Sabtu, 24 Januari mendatang.
Disaksikan puluhan ribu penonton yang memadati lapangan Alun Alun Utara Keraton Surakarta, KOIL mendapatkan sambutan cukup besar terutama saat membawakan tembang-tembang hitsnya seperti Perang, Luka, Moral Takut, dan Fantasi. "Solo luar biasa. Ini crowd paling asyik setelah Malang," kata Otong.
Diakui sebagai pionir band indie di Bandung dan Jawa Barat, KOIL juga terkenal sebagai band rock pertama di Indonesia yang memadukan unsur fashion, tari dan musik pada saat manggung.Video klip "Mendekati Surga" KOIL pun disambut positif oleh MTV, yang kemudian mengundang band ini untuk tampil dalam acara MTV Musik Award 2003.Dari ajang itu, majalah Times Asia menyebut KOIL salah satu band rock indie Indonesia paling berpotensi sukses di masa depan.ant/kp
diambil dari : SOLO POS
Solo (Espos)
Tiga grup band papan atas Slank, Andra and The Backbone dan Koil akan tampil menghentak Solo, Sabtu (17/1) hari ini, dalam gelaran Marlboro Rock in Orchestra di Alun-Alun Utara Keraton Surakarta.
Konser yang didukung oleh kekuatan tata suara hingga 100 watt dengan sistem pencahayaan hingga 60.00 watt itu akan memadukan genre musik rock dan orkestra dalam satu panggung.
Supervisor Media Relations Sampoerna Indonesia, Jesse Sudjana, dalam jumpa pers yang digelar, Jumat (16/1), di Novotel Hotel mengutarakan dalam acara tersebut Slank akan tampil beda.
”Slank akan menyanyikan beberapa lagunya seperti Virus, Seperti Para Koruptor, Gemerlap Kota, Ku Tak Bisa dan Terlalu Manis dengan iringan orkestra,” ujarnya.
Ia menambahkan acara tersebut digelar gratis bagi masyarakat yang telah berusia 18 tahun ke atas. ”Untuk masuk ke lokasi cukup menunjukkan kartu identitas berupa SIM atau KTP dan loket akan dibuka mulai pukul 17.00 WIB sementara acara akan dimulai setelah Isya mungkin sekitar pukul 19.30 WIB.”
Apresiatif
Ia mengutarakan guna menjaga keamanan penonton yang masuk area pertunjukan akan diperiksa terlebih dahulu oleh petugas. ”Demi menjaga keamanan, botol air mineral pun tidak boleh ikut dibawa. Kami akan mengganti wadahnya dengan plastik,” ujarnya.
Di sisi lain Koil band saat berkunjung ke Griya Solopos mengaku siap tampil maksimal menghibur masyarakat Solo. Grup yang beranggotakan Adam (bas), Otong (vokal), Dony (gitar), Bobby (gitar) dan Leon (drum) itu akan menggeber sekitar sepuluh lagu, di antaranya Kenyataan Dalam Dunia Fantasi, Aku Lupa Aku Luka, Nyayian Lagu Perang dan Ajaran Moral Sesaat.
Adam mengutarakan penampilannya kali ini merupakan kali ke empat Koil manggung di Solo. ”Tanggapan masyarakat Solo selalu bagus dan mereka sangat apresiatif,” ujarnya. Dalam kunjungan itu hadir pula Manager Area Marketing Solo dari Sampoerna, Agus Sobirin.
Kunjungan tersebut disambut oleh Pimpinan Redaksi Harian Umum SOLOPOS, Mulyanto Utomo dan Redaktur Pelaksana, Dwiyatno. Dalam kesempatan itu Mul-yanto Utomo mengatakan turut mendukung acara tersebut. ”Semoga acaranya dapat berjalan dengan lancar dan sukses,” tuturnya. - Oleh : Tutut Indrawati
ini dia foto-foto calon klip "nyanyikan lagu perang". enjoy!
ayo, mencari uang dan bersenang-senang...
Berita diambil dari : sinarharapan
Malang – Membagi gitar kepada penonton menjelang akhir konser mungkin akan jadi kebiasaan bagi vokalis grup rock Koil, Otong. Hal itu memang dilakukannya lagi saat Koil muncul di konser “Marlboro Rocks in Orchestra” yang berlangsung di Lapangan Rampal, Malang, Sabtu (27/12) malam lalu.
Ditanya SH apakah bagi-bagi gitar bakal jadi tradisi di setiap konser Koil, Otong mengatakan itu tergantung bila gitar yang dipakainya tidak patah ataupun rusak. “Saya selalu kasar dan suka membanting-banting gitar saat konser,” jawabnya, lugu.
Namun, diakuinya, demi penggemar dan penontonnya, ia sengaja menyediakan gitar cadangan karena kebetulan dirinya juga memproduksi gitar sendiri.
Dalam kesempatan itu, Otong sekaligus memuji para penonton di Malang. “Saya selalu senang main di Malang, karena para penontonnya aktif dan hidup. Tidak seperti di kota-kota lain,” pujinya.
Tetapi, ia menyesalkan beberapa pemberitaan media yang sering mengonotasikan konser rock selalu ribut. “Meski keributan kecil sekalipun. Padahal, tidak mesti konser rock selalu bikin rusuh,” keluh Otong, gemas. (jjs)
berita diambil dari : Malang Raya
MALANG – Penampilan grup band Koil dalam Marlboro Filter Rock Syndrome, Rock Never Die di Dome UMM, Kamis (4/12) malam lalu, menggemparkan pecinta musik rock di Kota Malang. Kehadiran band asal Kota Bandung ini berhasil menuntaskan dahaga para penggemar musik rock yang sudah lama tak diberi tontonan berkualitas seperti gelaran Marlboro Filter Rock Syndrome tersebut.
Band industrial yang digawangi oleh J.A.Verdijantoro (Otong) pada departemen vocal, Donnijantoro (Donni) dan FX Adam Joswara (Vladvamp) pada departemen gitar, Ibrahim Nasution pada departemen bass, serta Leon Ray Legoh (Leon) pada drum ini mengusung lagu-lagi di album baru mereka, Black Light Shines On dan album-album sebelumnya seperti Megaloblast.
Lagu bertajuk Kenyataan Dalam Dunia Fantasi yang sudah dikenal publik rock Malang karena sering muncul di radio dan televisi menjadi titik balik panasnya aksi Otong dan kawan-kawan.
Apalagi sebelum membawakan lagu ini, kembang api menyala mengelilingi stage yang tingginya sekiar dua meter itu. Penonton pun semakin memadati sekeliling panggung dan ramai-ramai melakukan head bangers.
Aksi Otong menghancurkan gitar listrik merahnya di tengah-tengah konser membuat suasana Rock Syndrome yang dipenuhi sekitar 10 ribu pecinta musik rock di Kota Malang semakin panas. ‘Pemuja’ Koil pun semakin asyik menikmati deretan lagu-lagu lainnya seperti Aku Lupa Aku Luka, Moral Sesaat, Dosa Ini Tak Kan Berhenti, Sistem Kepemilikan dan Arsitek.
Tak hanya beraksi gila, vokalis yang selalu mengenakan sepatu booth khas band industrial, ini juga sangat komunikatif kepada penggemar mereka. Sesekali Otong mengingatkan kepada ribuan penonton untuk tidak terpancing emosi meski suasana semakin memanas. Ajakan Otong untuk membuat konser ini berakhir dengan damai pun disambut positif oleh para penonton.
Sebelum menutup konser dengan lagu berjudul Matahari, Otong sempat membagi-bagikan CD terbaru Koil kepada para penonton. Vokalis berambut panjang ini pun tak sungkan-sungkan mempersilahkan penonton lain yang tidak kebagian CD gratis ini dengan meng-copy CD asli band beraliran industrial gothic ini.
‘’Silahkan copy saja CD-nya Koil, kita tidak keberatan. Semakin banyak yang copy, semakin banyak juga yang tahu lagu-lagunya Koil. Lagipula, yang meng-copy kan fans-fansnya Koil,” seru Otong.
Sementara itu sebelum penampilan band yang terinspirasi dengan band Nine Inch Nails ini dimulai, Rock Syndrome terlebih dahulu diawali dengan tiga band pembuka yang berirama rock alternative, Monalisa, Karas dan Glypth.
Penampilan DJ Je-FREE bersama breaker serta aksi perkusi membuat suasana Dome UMM semakin hangat. Empat gitaris muda Kota Malang, Norman cs, yang beraksi dengan title Guitar Heroes membuat ribuan penonton yang memadati area konser semakin bersemangat menantikan kehadiran Koil. (nda/muf/avi) (dinda/malangpost)
ini diambil dari : Indonesianic
Pecinta musik rock di Kota Malang kembali dimanjakan oleh PT HM Sampoerna Tbk. area Malang. Kali ini dengan kemasan Marlboro Filter Rock Syndrome, Rock Never Die, produsen rokok ternama ini akan menghadirkan grup musik underground yang sedang naik daun, Koil. Grup yang mengusung musik industrial gothic ini akan menggebrak Kota Malang, yang menjadi salah satu barometer musik rock di tanah air, Kamis (4/12) malam besok di Dome UMM.
Stage manager dari G-Production, Simon Pietersz mengatakan, konser grup yang digawangi Otong (vokal), Doniantoro (gitar), Imo (gitar), dan Leon Ray Legoh (drum) ini dapat dinikmati secara cuma-cuma oleh pecinta musik rock di kota dingin ini. “Pecinta musik rock atau penggemar Koil tidak perlu membayar tiket karena konsernya tidak dipungut biaya apapun, alias gratis. Cukup menunjukkan KTP sebagai bukti sudah berusia 18 tahun ke atas ketika akan memasuki area konser. Bagi yang belum genap 18 tahun, minggir dulu,” kata Simon pada Malang Post, siang kemarin.
Sebelum menyaksikan aksi band yang pernah berduet dengan The Rock dalam lagu yang berjudul Kenyataan Dalam Dunia Fantasi, konser akan dibuka dengan penampilan tiga opening band dari Malang, Monalisa, Glyph, dan Karas. “Agar lebih bersemangat, sebelum menyaksikan aksi Koil, pecinta musik rock di Kota Malang akan dipanasi dulu dengan Monalisa, Glyph dan Karas. Ketiga band ini mengusung aliran musik rock alternatif,” sambung Simon.
Even Marlboro Filter Rock Syndrome, Rock Never Die, ini merupakan gawe tahunan Sampoerna untuk produk terbarunya itu. Di tahun 2007 lalu, acara serupa juga digelar di Kota Malang dengan band-band rock ternama di tanah air. Sampoerna sendiri sengaja menggelar even musik rock untuk produk Marlboro Filter karena sesuai dengan image-nya, yakni penuh semangat.
Sebelum hadir di Kota Malang, Marlboro Filter Rock Syndrome, Rock Never Die, diawali di Pandaan. Acara pembuka tersebut digelar di Lapangan Chandra Wilwatikta Pandaan, Sabtu (29/11) lalu dengan menghadirkan grup band Kobe. Dalam even yang juga tidak dipungut biaya itu, sebanyak 6.000 pecinta musik rock berbaur menjadi satu menikmati cadasnya musik yang dibawakan Kobe.(nda/lim)
(Adinda Zaeni/malangpost)
© Blogger templates ProBlogger Template by Ourblogtemplates.com 2008
Back to TOP